
Perlu diperhatikan bahwa seorang anak bila sakit tidak akan dapat mengeluh, paling hanya rewel dan tidak mau makan meskipun diberikan makanan kesukaannya, dan juga organ pencernaan pada bayi masih belum optimal fungsinya, sehingga memerlukan suatu penyesuaian dalam hal pemberian makanan.
WASPADAI INFEKSI
Mencari penyebab inti dari penyakit pada saluran pencernaan itu pun tidaklah mudah karena saluran pencernaan merupakan organ tubuh yang kompleks yang melibatkan berbagai organ tubuh yang berbeda-beda. Mulai dari masalah di mulut, kerongkongan, lambung, usus, hingga ke anus.
Waspadai tanda tanda infeksi selama beberapa hari berikutnya ketika anak mengalami gangguan pencernaan. Misalnya, infeksi bakteri atau infeksi virus tertentu sering menjadi penyebab diare pada anak. Infeksi pada tenggorokan disebabkan oleh jenis bakteri streptococcus sering menyebabkan sakit perut dan sakit kepala.
Menurut dr. Hanifah Oswari, Sp.A, gastrohepatologi anak RSCM, gejala - gejala infeksi yang sering timbul pada saluaran pencernaan di antaranya: diare, muntah, demam, dan sakit perut. Infeksi yang umum terjadi pada saluran pencernaan adalah infeksi virus (rotavirus), infeksi bakteri (E. coli, Shigella, Vibrio cholera, Clostridium difficile, Salmonella typhii, Helicobacter pylori), infeksi parasit (amoeba, cacing, cryptosporidium parvum, giardia lamblia). Menurut beliau, infeksi yang sering terjadi pada saluran pencernaan adalah rotavirus infeksi.
BUTUH TINDAKAN MEDIS??
Beberapa pemicu gangguan pencernaan memerlukan penanganan darurat. Robekan pada
bibir dan luka traumatis pada mulut bagian dalam, misalnya, memerlukan penanganan medis
atau penanganan langsung oleh ahli gigi. Hal ini bisa membuat anak menjadi malas atau tidak
mau makan.
Radang usus buntu (appendicitis), kelainan usus, dan peradangan organ dalam bukan masalah
umum. Jika hal tersebut benar - benar terjadi, penyakit - penyakit tersebut membutuhkan
perhatian medis yang mendesak.
dari berbagai sumber...

No comments:
Post a Comment