
Setiap bayi yang dilahirkan normal riskan terkontaminasi kuman, karena jalan keluar bayi berdekatan dengan anus ibu yang jelas - jelas tempat bersarangnya kuman. Tapi bayi yang baru lahir sehat, karena saat lahir ia sudah dibekali zat kebal terhadap kuman yang diperolehnya dari ibu melalui plasenta.
Setelah keluar dari perut ibu, transfer kekebalan tubuh ini masih bisa didapatkan bayi melalui Air Susu Ibu (ASI). Sungguh ASI tidak hanya terisi zat - zat makanan yang dibutuhkan bayi, juga menyediakan perangkat proteksi kesehatan yang tiada duanya.
Inilah dasarnya mengapa ASI sangat penting dan begitu istimewa dari makanan apapun di atas dunia. ASI juga mempunyai andil menyehatkan organ - organ pencernaan. Berikut contohnya :
- Bayi yang baru lahir sangat dianjurkan diberi kolostrum, yaitu cairan ASI yang pertama kali keluar dari puting ibu beberapa saat setelah melahirkan. Kolostrum menyimpan zat antibodi yang bisa membunuh kuman - kuman jahat yang tertelan saat persalinan, sehingga bayi tidak jatuh sakit. Untuk memberikan kolostrum, ibu harus merencanakan jauh - jauh hari dan memberitahukannya pada petugas di tempat persalinan, agar si bayi tidak terlanjur diberikan susu formula.
- Saat menyusu, bayi mengisap puting ibu kuat - kuat sampai ke pangkal lidah. ASI yang dihisap langsung ditelan. Dengan begini, bayi terlatih menelan makanan. Sesungguhnya usia antara 0 - 6 bulan adalah periode latihan menelan saja.
- Mengisap ASI juga melatih otot - otot di sekitar mulut dan wajah. Saat usia 6 bulan terlewati, rongga mulut telah kuat dan siap belajar mengunyah makanan. Di samping itu organ - organ seperti lambung, usus telah kuat menerima makanan. Dilakukan penyesuaian organ bayi dengan memberikan makanan yang halus terlebih dahulu, baru lebih kasar dan padat.
- ASI mengandung nutrisi kompleks yang fleksibel. Artinya, komposisi nutrisi ASI akan berubah sesuai kondisi anak. Saat anak berusia satu minggu, zat gizi ASI memiliki komposisi yang cocok dengan kebutuhan anak berusia satu minggu. Komposisi ini berubah ketika usia anak bertambah. Dan jika anak sakit, misalkan terkena diare, ASI adalah obatnya. Secara otomatis kandungan ASI berubah sesuai dengan komposisi nutrisi yang diperlukan untuk mengatasi diare. Maka tak heran, bila anak diare diberi ASI jadi sembuh.

No comments:
Post a Comment