Saturday, June 20, 2009

Contoh Rencana Detoks


Sebagai pemanasan, sejak Jum'at siang, nikmati makan siang yang ringan, terdiri dari sepiring salad dengan sedikit roti gandum dan sepotong ikan (kira - kira 120 gram).

Jum'at Sore
  • Nikmati makan malam yang terdiri dari sepiring sayuran, berupa sayuran rebus dan sayuran mentah ditambah sebutir telur rebus dan sedikit nasi merah.
  • Lakukan olahraga ringan, misalnya jalan santai selama 30 menit, lakukan gerakan yoga atau senam Tai Chi. Jangan lupa minum air putih.
  • Mandi dengan menggunakan minyak esensial.
  • Lakukan relaksasi seperti mendengarkan musik yang menenangkan atau membaca.
Sabtu Pagi
  • Bangun tidur, minum satu gelas air putih
  • Minum lagi segelas air putih yang dicampur dengan perasan jeruk lemon atau jeruk nipis (tambahkan madu bila perlu)
  • Minum 1 gelas jus mangga/pepaya/semangka
  • Sarapan ringan yang terdiri dari sedikit nasi merah dengan banyak sayuran ditambah tempe atau tahu.
  • Minum jus wortel
  • Nikmati snack siang yang terdiri dari kacang almond, pistachios dan kacang tanah
  • Lakukan latihan di tempat fitness, mandi sauna, atau latihan Yoga untuk mengeluarkan keringat. Jangan lupa minum air putih yang cukup.
  • Sore harinya makan sedikit roti gandum atau nasi merah, sepotong ikan atau ayam kampung (kira - kira 120 gram saja) bersama sepiring salad.
  • Minum teh hijau
  • Mandi dengan minyak esensial
  • Lakukan meditasi
Minggu Pagi
  • Minum segelas air putih
  • Minum lagi segelas air putih yang dicampur dengan perasan jeruk nipis atau jeruk lemon (tambahkan madu bila perlu)
  • Lakukan latihan streching atau dipijat
  • Minum segelas jus buah seperti mangga, semangka, atau pepaya.
  • Makan sarapan ringan yang terdiri dari sepiring sayuran dengan sedikit nasi merah dan tempe atau tahu.
  • Lakukan latihan tai chi
  • Minum segelas jus timun
  • Jangan lupa, sisihkan waktu untuk membuat jurnal. Catat baik - baik program yang cocok dan yang tidak cocok untuk Anda dan susun program yang lebih menyenangkan untuk akhir pekan berikutnya.

Catatan :

Jika Anda penganut pola makan Food Combining (FC), pengaturan makanan yang tercantum tersebut belum tentu sesuai bagi Anda, sebab pola makan tersebut memang ditujukan untuk mereka yang tidak menganut pola makan FC. Bagi Anda penganut FC, lakukan program detoks menurut Andang Gunawan, misalnya dengan menu jus buah dan air putih saja, yaitu :

Bangun tidur : minum 1 gelas air putih dicampur 1/2 buah jeruk nipis/lemon peras. Kemudian mulai jam 7 pagi minum 1 gelas jus buah setiap 2 jam sekali. Jadi dalam sehari Anda perlu 7 - 8 gelas jus buah. Di antara waktu minum jus, selingi dengan minum banyak air putih.

Mengenai aktivitas yang dilakukan saat detoks, bisa tetap mengikuti program sebagaimana telah diuraikan, yaitu olahraga, aromaterapi, membaca, mendengarkan musik, meditasi dan sebagainya. Jadi yang perlu Anda ubah hanya menu makanan saja.


disadur dari majalah Nirmala

Friday, June 19, 2009

Detoks Praktis di akhir pekan


Barangkali Anda pernah mengalami saat - saat ketika tubuh terasa tidak segar padahal baru bangun tidur. Saat dibawa melangkah dan beraktivitas pun rasanya begitu berat. Anda memang tidak sakit, tapi juga tidak merasa benar - benar sehat. Jika hal itu terjadi, berarti sudah tiba saatnya bagi Anda melakukan detoks atau pembersihan racun tubuh. Di samping gejala - gejala tersebut, masih ada gejala lain yang juga bisa dijadikan pertanda bahwa detoks harus mulai dilakukan, seperti sakit kepala, berjerawat, kulit kusam dsb.

Secara alami, tubuh kita juga selalu melakukan detoks. Tetapi jika paparan toksin banyak dari yang biasa dikeluarkan tubuh, perlu dibantu dengan program detoks untuk membuat pembuangan racun lancar. Program detoks yang baik memang harus dilakukan secara teratur. Patut diingat bahwa toksin dalam tubuh telah terakumulasi selama bertahun - tahun dan tidak mungkin bisa langsung dibersihkan hanya dalam waktu beberapa hari saja.

Namun, jangan lantas Anda membayangkan bahwa detoks harus langsung kita lakukan secara drastis. Karena melakukan detoks yang ekstrim berat bagi tubuh kita. Program detoks yang praktis dan ringan pun ada manfaatnya, terutama bila Anda baru memulai. Setidaknya dengan program ini tubuh Anda bisa beristirahat sejenak dari berbagai makanan yang sulit dicerna. Detoks juga membantu Anda untuk membiasakan diri memilih makanan yang sehat dan mengurangi atau bahkan menjauhi makanan yang tidak sehat.

Saat paling ideal untuk melakukan detoks singkat ini adalah ketika kita tidak terlalu disibukkan oleh urusan keluarga, kantor atau acara sosial.


Makanan Yang Harus Dijauhi

Sebelum melakukan detoks, Anda perlu membuat beberapa persiapan. Pertama, menyingkirkan makanan yang perlu dijauhi dan berbelanja berbagai jenis bahan pangan yang disarankan. Menurut Dr. Elson Haas dalam tulisannya "Staying Healthy with Dr. Elson Haas" ada beberapa pedoman khusus dalam tata cara makan yang perlu diikuti selama menjalankan detoks, yaitu :
  • kunyah makanan dengan baik dan luangkan cukup waktu untuk makan.
  • istirahatlah beberapa menit sebelum dan setelah makan
  • makanlah dalam posisi duduk yang nyaman
  • minumlah hanya teh herba setelah makan malam
Selain itu, selama melakukan detoks, jauhi makanan - makanan berikut :
  • susu dan hasil olahannya
  • makanan dan minuman olahan industri (kalengan, instan, mengandung bahan pengawet dan pewarna).
  • fast food
  • karbohidrat sederhana seperti nasi putih, roti putih, mie
  • makanan berlemak terutama lemak trans, juga masakan mengandung santan dan gula
  • menggunakan obat-obatan karena obat pun termasuk racun.
  • batasi pemakaian garam dan hindari saus bumbu yang mengandung MSG.
Sedangkan jenis makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah produk makanan organik karena membantu mengurangi jumlah toksin yang masuk ke dalam tubuh. Juga produk probiotik karena bermanfaat untuk membantu memperbaiki pencernaan dan penyerapan makanan. Selain itu juga dianjurkan banyak minum air putih serta mengkonsumsi banyak buah-buahan dan sayuran segar. Jadi, siapkan banyak air putih, buah-buahan dan sayuran segar.


Jangan Lupa Persiapan lainnya

Selain persiapan yang berupa bahan pangan, persiapkan juga kegiatan yang akan Anda lakukan selama menjalani program detoks. Sesungguhnya program detoks merupakan waktu yang paling tepat untuk memanjakan diri sendiri. Pesanlah tukang pijat untuk datang ke rumah bila memungkinkan. Jika tidak, buatlah janji dan lakukanlah acara pijat, lulur, atau sauna di tempat favorit Anda. Jangan lupa, persiapkan pula minyak esensial untuk aromaterapi.

Jika senang membaca, siapkan berbagai bacaan berupa buku atau majalah yang enak dibaca misalnya yang berhubungan dengan agama, bimbingan meditasi, atau novel. Anda juga bisa menyewa film yang ringan dan menyenangkan. Bila mau menonton TV, hindari acara yang membuat Anda tegang dan stress seperti berita kriminal atau politik. Jangan lupa menyiapkan musik favorit, pilih yang efeknya menenangkan.


Perhatikan Efek Samping Detoks

Satu hal lagi yang perlu Anda ingat adalah efek samping detoks. Pada saat mengeluarkan toksin, tubuh kita akan memberikan reaksi yang disebut "krisis detoksifikasi". Efek ini merupakan reaksi normal dan tidak berbahaya, hanya menandakan bahwa proses detoksifikasi tengah berlangsung. Beberapa gejala yang mungkin timbul diantaranya adalah sakit kepala, mual, kembung, sembelit, sering buang air besar, pilek, flu, demam ringan, nyeri otot dan persendian, gangguan kulit, gangguan emosi, kedinginan, dll.

Dalam kondisi tersebut, sebaiknya Anda tidak meminum obat apapun. Segeralah berbaring atau tidur di tempat yang sejuk dan minum air putih atau jus segar sebanyak - banyaknya. Tetapi jika sakit yang dirasakan terlalu hebat, sebaiknya batalkan detoks dan secepatnya memeriksakan diri ke dokter.

Selamat melakukan detoks!


dari berbagai sumber...

Berkeringat Berlebihan


Berkeringat adalah salah satu cara alami tubuh untuk mempertahankan suhu tubuh. Sering kita alami banyak berkeringat saat berada dalam lingkungan bersuhu udara yang panas, dan saat kita melakukan aktivitas yang berlebihan karena meningkatnya metabolisme tubuh. Tetapi ada juga beberapa orang yang cenderung berkeringat banyak, meski dia beraktivitas biasa - biasa saja, bahkan dalam suhu udara yang sejuk pula. Produksi keringat yang berlebihan atau dalam bahasa medis disebut hyperhidrosis disebabkan terjadinya aktivitas yang berlebihan dari kelenjar keringat. Bisa terjadi di bagian tertentu seperti telapak tangan, kaki, ketiak, sela paha, atau sekitar payudara, bahkan dapat meliputi seluruh daerah tubuh.

Terjadinya keringat yang berlebihan tersebut dapat diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu demam, gangguan pada kelenjar tiroid, gangguan pada kelenjar adrenal sampai gangguan pada sistem saraf simpatis tubuh. Keringat yang muncul pada malam hari terutama saat tidur atau dikenal sebagai "keringat malam" harus dicurigai dan dianalisa lebih lanjut apakah ada gejala - gejala gangguan pada sistem paru atau jantung; terutama yang menahun. Tetapi dapat juga disebabkan oleh kecemasan yang berlarut - larut.

Bila produksi keringat yang berlebihan ini disertai dengan munculnya bakteri dan jamur pada kulit, maka akan terjadi gangguan pada jaringan kulit dan kelenjar keringat pada kulit, sehingga akan muncul bau yang tidak sedap. Kondisi seperti ini dikenal sebagai bromhidrosis.

Penanganan problem semacam ini sangat bergantung pada masalah penyebabnya. Secara umum dapat dilakukan dengan pengaturan pola asupan makanan yang baik terutama mengurangi konsumsi makanan yang bersumber dari hewani, dan memperbanyak asupan sayur dan buah segar terutama nanas atau pepaya. Buah - buah ini mengandung banyak enzim alami yang dapat membantu proses pencernaan.

Ada beberapa pandangan atau survei yang menunjukkan bahwa gangguan ini sering muncul pada orang - orang yang sistem atau proses pencernaannya kurang berfungsi dengan baik, terutama bila menimbulkan keringat yang berbau.

Beberapa tulisan dan penelitian juga menunjukkan bahwa keringat yang berlebihan berkaitan dengan berkurangnya asupan unsur seng (zinc) di dalam tubuh. Mereka yang berkeringat berlebihan dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi sayuran hijau atau mengkonsumsi suplemen yang mengandung zinc. Penggunaan suplemen zinc harus dengan hati - hati karena jika keliru penggunaannya, justru akan menimbulkan masalah pada pencernaan. Oleh karena itu konsultasikanlah kepada dokter Anda.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada kasus seperti ini, terutama bila belum diperoleh secara pasti dan jelas penyebabnya.

Hal yang harus diperhatikan adalah:
  • Kebersihan pada kulit sangatlah penting, hindari penggunaan bahan - bahan yang mudah mengiritasi kulit terutama produk perawatan kulit, sabun, deodoran, atau parfum. Selalu membersihkan tubuh dengan sabun - sabun yang tidak terlalu keras atau alkalis.
  • Hindari penggunaan body lotion yang menyebabkan kulit sulit bernafas sehingga justru akan meningkatkan aktivitas kelenjar keringat. Bila ingin menggunakan body lotion pilihlah yang berlabel water-based dan hypoallergenic (kurang menimbulkan alergi).
  • Gunakan pakaian (terutama pakaian dalam) berbahan yang lembut dan mudah menyerap keringat, seperti bahan katun. Hindari menggunakan bahan sintetis misalnya nylon, lycra. Pada malam hari sebaiknya menggunakan pakaian yang tipis berlapis daripada memakai pakaian yang tebal guna menghindari terjadinya proses kelembaban pada tubuh.

dari berbagai sumber...

Thursday, June 18, 2009

ASI Sahabat Pencernaan


Setiap bayi yang dilahirkan normal riskan terkontaminasi kuman, karena jalan keluar bayi berdekatan dengan anus ibu yang jelas - jelas tempat bersarangnya kuman. Tapi bayi yang baru lahir sehat, karena saat lahir ia sudah dibekali zat kebal terhadap kuman yang diperolehnya dari ibu melalui plasenta.


Setelah keluar dari perut ibu, transfer kekebalan tubuh ini masih bisa didapatkan bayi melalui Air Susu Ibu (ASI). Sungguh ASI tidak hanya terisi zat - zat makanan yang dibutuhkan bayi, juga menyediakan perangkat proteksi kesehatan yang tiada duanya.


Inilah dasarnya mengapa ASI sangat penting dan begitu istimewa dari makanan apapun di atas dunia. ASI juga mempunyai andil menyehatkan organ - organ pencernaan. Berikut contohnya :
  • Bayi yang baru lahir sangat dianjurkan diberi kolostrum, yaitu cairan ASI yang pertama kali keluar dari puting ibu beberapa saat setelah melahirkan. Kolostrum menyimpan zat antibodi yang bisa membunuh kuman - kuman jahat yang tertelan saat persalinan, sehingga bayi tidak jatuh sakit. Untuk memberikan kolostrum, ibu harus merencanakan jauh - jauh hari dan memberitahukannya pada petugas di tempat persalinan, agar si bayi tidak terlanjur diberikan susu formula.
  • Saat menyusu, bayi mengisap puting ibu kuat - kuat sampai ke pangkal lidah. ASI yang dihisap langsung ditelan. Dengan begini, bayi terlatih menelan makanan. Sesungguhnya usia antara 0 - 6 bulan adalah periode latihan menelan saja.
  • Mengisap ASI juga melatih otot - otot di sekitar mulut dan wajah. Saat usia 6 bulan terlewati, rongga mulut telah kuat dan siap belajar mengunyah makanan. Di samping itu organ - organ seperti lambung, usus telah kuat menerima makanan. Dilakukan penyesuaian organ bayi dengan memberikan makanan yang halus terlebih dahulu, baru lebih kasar dan padat.
  • ASI mengandung nutrisi kompleks yang fleksibel. Artinya, komposisi nutrisi ASI akan berubah sesuai kondisi anak. Saat anak berusia satu minggu, zat gizi ASI memiliki komposisi yang cocok dengan kebutuhan anak berusia satu minggu. Komposisi ini berubah ketika usia anak bertambah. Dan jika anak sakit, misalkan terkena diare, ASI adalah obatnya. Secara otomatis kandungan ASI berubah sesuai dengan komposisi nutrisi yang diperlukan untuk mengatasi diare. Maka tak heran, bila anak diare diberi ASI jadi sembuh.

Wednesday, June 10, 2009

Apa itu Proses Pencernaan??

Kita mungkin sering makan untuk kepentingan lidah, hidung, mata dan otak. Rasa yang lezat, aroma yang menggiurkan, dan tampilan yang menggugah selera tidak begitu terkait dengan fungsi makanan sesungguhnya. Makanan yang lezat - lezat itu nantinya akan diproses organ pencernaan menjadi zat-zat yang sederhana yang dibutuhkan oleh tubuh. Setiap proses pencernaan akan menghasilkan sisa yang dibuang atau hanya tertinggal sebagai sensasi kenikmatan di lidah dan otak.

Makanan dihancurkan melalui proses mengunyah dengan dibantu enzim - enzim pencernaan yang dikeluarkan oleh organ pencernaaan, agar makanan tercerna dengan baik dan kita mendapatkan zat - zat gizinya. Enzim yang bekerja antara lain, protease yang menguraikan protein, amilase untuk mencerna karbohidrat, lipase untuk menguraikan lemak dan selulase untuk mencerna serat.

Makromolekul seperti karbohidrat, lemak dan protein dipecah menjadi zat yang lebih sederhana (glukosa, asam lemak, dan asam amino), sementara zat - zat gizi lainnya, seperti vitamin, mineral dan air tidak dipecah melainkan langsung diserap sebagaimana adanya. Sisa - sisa makanan yang tidak dicernakan seperti serat, tidak diabsorbsi. Serat menyerap air untuk menjaga feses tidak menjadi keras.

Zat - zat gizi akan diangkut ke seluruh tubuh melalui peredaran darah. Pada sirkulasi ini, darah akan mengantarkan zat - zat gizi sesuai kebutuhan tubuh. Sisa - sisanya disaring di dalam ginjal utnuk dikeluarkan melalui sistem kemih (urin).


ANATOMI ORGAN PENCERNAAN

Kebanyakan orang awam menganggap organ pencernaan akan berkisar di sekitar perut, antara lain lambung dan usus. Sebenarnya yang disebut organ pencernaan adalah serangkaian organ yang bekerja memproses makanan yang masuk sampai ke pembuangan. Berikut ini rangkaian organ pencernaan dan cara kerjanya:

MULUT
Proses pencernaan dimulai di mulut. Lidah dan gigi geligi bekerja sama memecah makanan menjadi bagian - bagian kecil di dalam mulut. Sementara makanan bercampur dengan cairan ludah untuk memudahkan proses menelan. Kemudian makanan ditelan di bagian kerongkongan. Kerongkongan adalah sebuah pipa, berawal di belakang tenggorokan dan bermuara di lambung. Ketika ditelah, makanan melewati epiglotis, suatu katup yang mencegah makanan masuk trachea dan menuju ke paru - paru.

LAMBUNG
Makanan kemudian masuk pipa esofagus masuk ke lambung. Lambung melebar seperti kantong, terletak di bagian atas rongga perut sebelah kiri. Pada pintu lambung ada katup kardiak yang menutup setelah makanan masuk, sehingga makanan tidak kembali ke esofagus. Makanan yang terkumpul di dalam lambung dan tinggal selama beberapa waktu untuk dicampur dengan getah lambung, sehingga makanan menjadi encer berupa bubur untuk mempermudah pencernaan makanan. Jalan keluar lambung yang dinamakan muara lambung melalui katub pilorus sewaktu - waktu terbuka untuk melewatkan bubur makanan sedikit demi sedikit ke dalam usus halus.

USUS HALUS
Di dalam usus halus makanan yang telah dihaluskan melewati tiga bagian, yaitu: duodenum (usus 12 jari), jejunum (bagian usus halus sesudah duodenum sampai ke ileum) dan ileum (ujung usus halus). Pada bagian pertama usus dua belas jari, bermuara pipa - pipa penyalur dari hati dan kelenjar ludah perut (pancreas). Hati mengeluarkan cairan empedu sementara pankreas mengeluarkan insulin. Sebagian besar pencernaan disesuaikan di duodenum, jejunum dan ileum yang terutama berfungsi mengabsorbsi zat - zat gizi.

USUS BESAR (KOLON)
Makanan melalui katup ileocaecal yang berada pada awal usus besar bagian kanan perut menuju ke usus buntu (appendix). Usus buntu terletak dalam rongga panggul besar di sebelah kanan dan bersambungan ke bawah dengan umbai cacing sebagai lanjutan usus buntu. Pencernaan makanan pun terus berlangsung dan berjalan melalui usus besar naik (ascending colon) di sebelah kanan dalam rongga perut ke usus besar melintang (transverse colon) dan berlanjut ke usus turun (descending colon) yaitu usus besar melintang dalam rongga perut sebelah kiri. Dalam usus besar ini, zat gizi sisa makanan yang tidak terserap usus halus, dan sebagian besar air akan kembali diserap.

REKTUM
Di dalam usus besar, sisa - sisa makanan yang tidak tercernakan kembali menjadi kental, karena airnya diserap kembali oleh dinding usus besar. Kemudian sisa makanan tersebut sampai ke dalam rektum yang terletak pada dinding belakang panggul kecil. Otot - otot rektum menahan sisa makanan ini hingga tiba waktunya untuk dikeluarkan dari tubuh. Di bagian bawah rektum terletak lubang dubur (anus) yang biasanya tertutup erat karena pengaruh otot - otot cincinnya. Pada saat otot - otot rektum mengendor, sisa makanan (tinja) keluar melalui katup terakhir, yaitu anus yang membuka.

Pencernaan Sehat Ku



G
angguan saluran pencernaan sering muncul pada masa anak - anak. Biasanya sih wajar - wajar saja dan tidak mengindikasikan pada suatu penyakit atau kelainan serius, dan ini akan cepat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan tertentu. Walaupun begitu bila hal tersebut terjadi terus menerus, ini akan mengganggu metabolisme tubuh sehingga makanan bergizi yang dimakan akan tidak bermanfaat dan terbuang percuma, karena penyerapan zat-zat gizi tersebut terganggu.

Perlu diperhatikan bahwa seorang anak bila sakit tidak akan dapat mengeluh, paling hanya rewel dan tidak mau makan meskipun diberikan makanan kesukaannya, dan juga organ pencernaan pada bayi masih belum optimal fungsinya, sehingga memerlukan suatu penyesuaian dalam hal pemberian makanan.


WASPADAI INFEKSI

Mencari penyebab inti dari penyakit pada saluran pencernaan itu pun tidaklah mudah karena saluran pencernaan merupakan organ tubuh yang kompleks yang melibatkan berbagai organ tubuh yang berbeda-beda. Mulai dari masalah di mulut, kerongkongan, lambung, usus, hingga ke anus.

Waspadai tanda tanda infeksi selama beberapa hari berikutnya ketika anak mengalami gangguan pencernaan. Misalnya, infeksi bakteri atau infeksi virus tertentu sering menjadi penyebab diare pada anak. Infeksi pada tenggorokan disebabkan oleh jenis bakteri streptococcus sering menyebabkan sakit perut dan sakit kepala.

Menurut dr. Hanifah Oswari, Sp.A, gastrohepatologi anak RSCM, gejala - gejala infeksi yang sering timbul pada saluaran pencernaan di antaranya: diare, muntah, demam, dan sakit perut. Infeksi yang umum terjadi pada saluran pencernaan adalah infeksi virus (rotavirus), infeksi bakteri (E. coli, Shigella, Vibrio cholera, Clostridium difficile, Salmonella typhii, Helicobacter pylori), infeksi parasit (amoeba, cacing, cryptosporidium parvum, giardia lamblia). Menurut beliau, infeksi yang sering terjadi pada saluran pencernaan adalah rotavirus infeksi.


BUTUH TINDAKAN MEDIS??

Beberapa pemicu gangguan pencernaan memerlukan penanganan darurat. Robekan pada
bibir dan luka traumatis pada mulut bagian dalam, misalnya, memerlukan penanganan medis
atau penanganan langsung oleh ahli gigi. Hal ini bisa membuat anak menjadi malas atau tidak
mau makan.

Radang usus buntu (appendicitis), kelainan usus, dan peradangan organ dalam bukan masalah
umum. Jika hal tersebut benar - benar terjadi, penyakit - penyakit tersebut membutuhkan
perhatian medis yang mendesak.


dari berbagai sumber...